Cari Mesin Anda
Dodol Ubi Jalar Ungu tokomesin

Peluang Usaha Dodol Ubi Ungu dan Analisa Usahanya

Salah satu jajanan kuliner tradsional yang banyak dijadikan peluang usaha adalah olahan dodol. Dodol menggunakan bahan baku utama dari tepung ketan dengan tambahan berbagai bahan baku lainnya seperti gula sehingga akan menghasilkan cita rasa dodol yang enak dan manis. Proses pembuatan dodol hampir sama dengan pembuatan jenang. Cita rasa manis yang dimiliki dodol membuat banyak masyarakat mencari olahan ini. Sekarang ini berbagai tambahan rasa bisa ditambahkan pada pembuatan dodol sehingga rasa dodol tidak hanya satu jenis saja namun sekarang ini justru semakin banyak dan bervariasi. Rasa yang bisa ditambahakan bisa dari rasa buah dan buah yang bisa digunakan juga bermacam-macam seperti buah nanas, buah duren dan masih banyak lagi. Makanan dodol ini mempunyai tekstur kenyal hal ini dikarenakan bahan yang digunakan terbuat dari ketan. Dodol juga sebagai makanan yang bisa tidak awet dan tahan lama sehingga jika ingin mendapatkan dodol yang enak sebaiknya jika kita membeli bisa langsung saja dimakan. Jika dilihat dari banyaknya ditempat wisata yang menjual aneka macam olahan dodol hal ini bisa dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan untuk usaha pengolahan dodol. Karena dipasaran semakin lama peminat makanan dodol ini semakin banyak hal ini lah yang membuat para pengusaha dodol semakin meningkat. Agar produksi dodol tidak kalah saing dengan produksi dodol orang lain sebaiknya kita harus membuat dodol dengan rasa yang benar-benar enak. Untuk pembuatan dodol bisa dilakukan dengan cara manual atau cara tradisional yaitu dengan menggunakan tungku besar yang dipanaskan di atas bara api. Pembuatan dodol harus melakukan cara pengadukan untuk terus menerus hal ini dikarenakan agar dodol tidak gosong dan bisa matang dengan merata. Saat ini berbagai dodol dibuat dengan varian rasa yang berbeda-beda serta bahan baku yang ditambahakan juga beraneka ragam seperti salah satunya yang ditambahkan dengan menggunakan ubi ungu. Ubi adalah jenis tanaman yang berada didalam tanah. Ubi bisa diolah menjadi aneka makanan yang sangat menyehatkan. Ada beberapa masyarakat yang menjadikan ubi sebagai bahan baku dalam pembuatan makanan. Makanan yang terbuat dari ubi sangat banyak sekali sehingga bagi masyarakat yang menyukai olahan ubi bisa menikmati olahan ubi dengan mudah. Salah satu ubi yang sering digunakan dalam pembuatan aneka makanan adalah ubi ungu. Ubi ungu termasuk golongan umbi-umbian. Olahan makanan yang menggunakan bahan baku dari ubi ungu akan menghasilkan olahan makanan yang sangat menyehatkan sehingga olahan ubi sangat baik untuk dikonsumi. Banyak masyarakat yang menyukai ubi ungu diantaranya mulai dari kalangan anak-anak hingga semua kalangan orang dewasa. Anak-anak banyak yang menyukai olahan ubi ungu karena mempunyai warna yang menarik. Kebanyakan ubi ungu hanya diolah oleh masyarakat yang ada di desa karena ubi adalah salah satu bahan makanan yang masih tradisional. Ubi sudah ada sejak zaman dahulu dan proses penanaman ubi menggunakan batang. Sebenarnya penanaman ubi sangat mudah dan yang paling penting ubi membutuhkan banyak air untuk tumbuh. Sehingga tanaman ubi hanya bisa tumbuh di tanah yang subur. Ubi juga banyak mengandung karbohidrat yang sangat tinggi sehingga penggolahan ubi juga bisa mengantikan nasi. Kandungan karbohidrat yang banyak pada ubi maka akan membuat perut terasa kenyak jika mengkonsumsinya. Biasanya yang sering kita ketahui penggolahan ubi hanya dilakukan dengan cara dikukus dan digoreng saja. Perlu anda ketahui jika ubi ungu bisa dibuat untuk dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan dodol sehingga sering dikenal dengan dodol ubi ungu. Bagi Anda yang tidak menyukai ubi bisa menikmatinya dengan mengolahnya menjadi dodol. Peluang usaha dodol ubi ungu sangat menjanjikan sehingga Anda harus mencoba membuatnya. Pembuatan dodol ubi ungu bisa Anda lakukan dengan menggunakan resep berikut ini agar proses pembuatannya semakin mudah dan berjalan lancar.

Resep Dodol Ubi Ungu

Dodol Ubi Jalar Ungu tokomesin

Bahan:

  • Ubi ungu 500 gram, kukus kemudian dihaluskan
  • Minyak sayur 250 gram
  • Santan instant 1 liter
  • Air 3 liter
  • Tepung ketan 500 gram
  • Gula pasir 300 gram
  • Gula merah 700 gram

Cara membuat dodol ubi ungu:

  • Langkah pertama campurkan santan kelapa dan tambahkan air sehingga menjadi 4 liter.
  • Kemudian rebus gula pasir dan gula merah dengan air santan sebanyak 3 liter hingga mendidih.
  • Sisa santan kelapa yang 1 liter bisa digunakan untuk melarutkan tepung ketan dan ubi ungu yang telah dihaluskan.
  • Jika sudah tepung dan ubi yang sudah dilarutkan, masukan pada air santan dan gula yang mendidih diatas, kemudian aduk sampai mengental.
  • Tuangkanlah minyak sayurnya kemudian aduk lagi hingga merata.
  • Siapkanlah loyang yang telah dilapisi plastik, kemudian tuangkan adonan yang sudah matang kedalamnya dan padatkan.
  • Jika sudah dinginkan, kemudian potong-potong sesuai selera dan kemas dalam potongan plastik bersih.

Setelah Anda mengetahui proses pembuatan dodol ubi ungu yang proses pembuatannya sangat mudah untuk dilakukan pastinya Anda ingin membuatnya untuk dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Peluang menjalankan usaha dodol memang sudah banyak dilakukan oleh beberapa pengusaha namun bagi Anda yang ingin menjalankan tidak perlu takut karena proses pembuatan dodol sangat mudah dan bahan yang digunakan juga bisa diperoleh dengan harga yang terjangkau. Semoga peluang bisnis dodol ubi ungu yang dijalankan bisa dapat berjalan dengan lancar.

Analisa Usaha Dodol Ubi Ungu

Asumsi

  • Masa penggunaan etalase selama waktu 4.5 tahun.
  • Masa penggunaan kompor serta tabung gas selama waktu 2.5 tahun.
  • Masa penggunaan panci selama waktu 2.2 tahun.
  • Masa penggunaan wadah selama waktu 2 tahun.
  • Masa penggunaan piring selama waktu 1.5 tahun.
  • Masa penggunaan sendok waktu 3.5 tahun.
  • Masa penggunaan garpu selama waktu 3 tahun.
  • Masa penggunaan pisau selama waktu 3 tahun.
  • Masa penggunaan meja dan kursi selama waktu 4 tahun.
  • Masa penggunaan peralatan tambahan selama waktu 1 tahun.

Investasi

Peralatan Harga  
Etalase Rp.          1,400,000
Kompor dan gas Rp.             250,000
Panci Rp.              100,000
Wadah Rp.                75,000
Piring Rp.              150,000
Sendok Rp.                75,000
Garpu Rp.                50,000
Pisau Rp.                50,000
Meja dan Kursi Rp.              900,000
Peralatan tambahan Rp.                50,000
Jumlah Investasi Rp.          3,100,000

 

Biaya Operasional per Bulan
Biaya Tetap Nilai
Penyusutan etalase 1/62 x Rp. 1.400.000 Rp.                23,000
Penyusutan kompor 1/51 x Rp. 250.000 Rp.                  5,000
Penyusutan panci 1/46 x Rp. 100.000 Rp.                  2,000
Penyusutan wadah 1/47 x Rp. 75.000 Rp.                  1,500
Penyusutan piring 1/47 x Rp. 150.000 Rp.                  3,000
Penyusutan sendok 1/50 x Rp. 75.000 Rp.                  1,500
Penyusutan garpu 1/50 x Rp. 50.000 Rp.                  1,000
Penyusutan pisau 1/50 x Rp. 50.000 Rp.                  1,000
Penyusutan meja dan kursi 1/60 x Rp. 900.000 Rp.                15,000
Penyusutan alat tambahan 1/35 x Rp.50.000 Rp.                  1,500
Total Biaya Tetap Rp.                54,500

 

Biaya Variabel
Ubi ungu Rp.      20,000 x     30 = Rp.      600,000
Minyak sayur Rp.      15,000 x     30 = Rp.      450,000
Santan Rp.      25,000 x     30 = Rp.      750,000
Air Rp.      15,000 x     30 = Rp.      450,000
Tepung ketan Rp.      20,000 x     30 = Rp.      600,000
Gula merah Rp.      15,000 x     30 = Rp.      450,000
Gula pasir Rp.      15,000 x     30 = Rp.      450,000
Total Biaya Variabel Rp.     3,750,000

 

Total Biaya Operasional
Biaya tetap + biaya variabel = Rp.    3,804,500

 

Pendapatan per Bulan
Penjualan rata – rata =
   20     Bungkus x      Rp.        8,500 = Rp.      170,000
  Rp.     170,000 x      30           hr = Rp.     5,100,000

 

Keuntungan per Bulan
Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp.    5,100,000 –    3,804,500 = Rp.    1,295,500

 

Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan = Rp.    3,100,000 :    1,295,500 =    2 bln

 

Jadi, keuntungan dari menjalankan usaha dodol ubi ungu setiap satu bulannya akan menghasilkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Mengenai keuntungan yang bisa diperoleh selama satu bulannya hingga Rp. 1.295.500 dengan modal investasi yang dikeluarkan untuk membeli peralatan yang digunakan bisa diperoleh kembali setelah usaha yang dijalankan dapat berjalan selama 2 bulan. Waktu 2 bulan untuk mengembalikan modal yang digunakan memang tidak terlalu lama sehingga Anda bisa memilih untuk menjalankan usaha pembuatan dodol ubi ungu. Jika Anda menjalankan peluang usaha dodol ubi ungu bisa menggunakan hitungan peluang usaha yang telah disediakan. Namun hitungan peluang usaha tersebut bisa berubah jika setiap harga satuan bahan baku tidak sesuai dengan hitungan yang disediakan.

mesin-pengaduk-pemanas-dodol-tokomesinDemikian tadi adalah peluang usaha yang bisa Anda jalankan dengan membuat olahan dodol ubi ungu. Pembuatan dodol ubi ungu memang prosesnya hampir sama dengan pembuatan jenang sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengadukan. Proses pembuatan dodol memang harus diaduk secara terus menerus agar dodol tidak gosong dan bisa matang merata. Proses pangadukan olahan dodol dan jenang yang sering kita ketahui hanya dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia. Namun perlu Anda ketahaui jika untuk membantu proses pengadukan pada pembuatan dodol bisa dilakukan dengan menggunakan mesin usaha yang dikenal dengan mesin pengaduk dodol. Proses pengadukan bisa berjalan secara otomatis sehingga usaha yang dijalankan bisa berjalan dengan lancar. Bagi Anda yang ingin menggunakan mesin pengaduk dodol dalam usaha yang dijalankan maka bisa mendapatkannya di Toko Mesin Maksindo.

Tinggalkan Balasan
Kontak Kami

📲 [Kantor Pusat] Cakung : 081318887231 | 08123386165 | 081233144166 | 082140003355 | 081222218616 | 081311155633 | 085319342111 |
081310495079 | 081318229800

📲 Pulogadung : 081219000714 | 081219000713 | 081350455538

📲 Jagakarsa : 081293981113 | 081350455539

📲 Bekasi : 081218612009 | 081242422289 | 081218612008

📲 Bandung : 082214002302
081313091383 | 082214002303

📲 Bogor : 081294928652 | 081294928653 | 081385715719

Cabang Jawa Timur & Jawa Tengah

📲 Malang : 081216665445 | 081216665454
081333394799

📲 Surabaya : 081357999261 | 081233144177 | 081282993727

📲 Blitar : 081334300036 | 081334300038 | 081331709910

📲 Yogyakarta : 085200667148 | 081326870111
081282993447 | 081282994140

📲 Semarang :  081224422653 | 082123477709 |  081224422563

📲 Solo : 081229992320 | 08122876358

Cabang Luar Pulau Jawa

📲 Palembang : 081367407078 | 081281268272 |  081367407079

📲 Medan : 081314025406 | 081314025405 | 081384196933 | 082167734018

📲 Pekanbaru : 082321950002 | 082111443284 | 081311177522

📲 Makassar (Perintis) : 082292249005 | 081354485755 | 082260000883 | 081356680616 | 081219430954

📲 Banjarmasin : 081253323982 | 082124473388

📲 Denpasar : 082236620334 | 082236620335 | 082144025417