Dongkrak Produksi Bisnis Ayam Potong Dengan Mesin Pencabut Bulu Ayam Maksindo
Proses pengolahan ayam menjadi daging ayam potong seringkali membutuhkan waktu lama, terutama untuk menghilangkan bulu pada ayam. Dengan menggunakan bantuan mesin proses tersebut dapat dipersingkat dan penjualan pun meningkat.
Abdul Rozak, pengusaha ayam potong dari kota Gresik, Jawa Timur, memulai usahanya sejak Januari 2013. Daging ayam yang digunakan untuk usahanay tersebut dipasok dari Lamongan, Jawa Timur. Mengolah ayam hidup menjadi ayam potong tentunya tidak mudah terutama pada proses menghilangkan bulu ayam yang makan banyak waktu.
Mulanya ia mengaku harus mencabuti bulu ayam sendiri dengan cara manual yaitu menggunakan tangan, “Wah capek,” keluh Abdul. Tak hanya melelahkan, ia terkadang harus membayar orang lain untuk membantunya sehingga hal tersebut tidak membuat keadaan lebih efektif. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menggunakan bantuan mesin berbekal dari informasi akan pentingnya alat mesin untuk menunjang usahanya
Ia memanfaatkan Mesin Pencabut Ayam SX 60 dari Toko Mesin Maksindo pada tahun 2013 lalu.

Detail Mesin ini, KLIK DISINI
Berkat mesin tersebut usaha ayam potong yang ia jalankan bersama istrinya Lugi Nurani makin berkembang dan yang terpenting mereka dapat menekan pengeluaran untuk produksi.
“Wah, kalau sekarang enggak ada kendala lagi, hasilnya juga lebih banyak dan rapi. Saya juga enggak harus bayar tenaga kerja lagi,” ujar Abdul Rozak. Dalam sehari Abdul dan Lugi bisa memproses 20 kilogram hingga 1 kuintal daging ayam dan 70 kilogram hingga 1 kuintal daging sapi yang ia pasok dari Binjai, Jawa Timur. “Untuk ayam alot saya hargai Rp 30.000 per kilo dan ayam gemuk seharga Rp 28.000. Kalau daging sapi kisarannya dari Rp 80.000 hingga Rp 86.000,” tambahnya.
(Tri Deny Tr)
Daftar Harga Mesin Pencabut Bulu Ayam
untuk menunjang kesuksesan usaha pengolahan ayam, kami sajikan beberapa mesin cabut bulu ayam terbaru dari Maksindo.

