Cari Mesin Anda
Abon lele tokomesin

Peluang Usaha Abon Daging Ikan Lele dan Analisa Usahanya

Kita pastinya sudah mengenal yang namanya abon? Jika kita mengetahuinya abon merupakan makanan yang dibuat dengan cara disuir-suir. Abon merupakan olahan makanan yang dibuat dari daging yang kemudian ditambahkan dengan berbagai bumbu kemudian digoreng. Pembuatan abon sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia pada dasarnya karena pembuatan abon membutuhkan keterampilan tangan. Pembuatan abon bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana sekali sehingga dalam menjalankan usaha abon bisa dilakukan dengan cara yang praktis dan sangat mudah sekali. Anda bisa menjadikan abon sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan. Pembuatan abon dilakukan dengan menggunakan bahan baku utama dari daging. Daging yang digunakan dalam pembuatan abon sangat banyak sekali dan beberapa daging yang bisa digunakan dalam pembuatan abon diantaranya daging sapi, daging ayam dan masih banyak lagi daging yang bisa digunakan. Pembuatan abon saat ini juga tidak hanya menggunakan bahan baku dari abon saja bahkan di zaman yang semakin maju penggolahan abon juga tidak hanya menggunakan daging saja bahkan saat ini sudah ada penggolahan abon yang menggunakan jantung pisang dan dikenal dengan abon jantung pisang. Abon sangat nimat sekali jika dimakan sebagai lauk makan dan ditaburkan diatas nasi. Selain sebagai bahan makanan abon juga sering dijadikan sebagai bahan isian pada olahan makanan seperti olahan lemper dan aneka makanan lainnya. Olahan abon banyak disukai oleh beberapa masyarakat mulai dari anak-anak yang masih kecil hingga berbagai kalangan orang dewasa semuanya menyukai dengan olahan abon. Pembuatan abon yang harus dilakukan yang paling utama yaitu daging harus direbus hingga matang. Proses perebusan pada daging yang akan digunakan dalam pembuatan abon bertujuan agar daging mudah untuk disuir-suir. Jika daging sudah disuir-suir maka daging bisa dijemur hingga kurang lebihnya selama 2 hari. Sebenarnya proses penyuiran daging bisa dilakukan dengan cara yang mudah dengan menggunakan mesin usaha. Setelah proses penjemuran langkah selanjutnya abon bisa disangrai kemudian ditumbuk agar daging abon bisa semakin halus. Pada saat digoreng atau disangrai abon bisa ditambahkan dengan bumbu pelengkap lainnya agar rasa dari olahan abon semakin nikmat. Untuk saat ini pembuatan abon tidak hanya menggunakan daging sapi saja melainkan banyak beberapa jenis daging yang bisa digunakan dalam pembuatan abon seperti salah satunya abaon yang dibuat dengan menggunakan daging ikan lele atau yang dikenal dengan abon ikan lele. Abon ikan lele merupakan abon yang menggunakan daging ikan lele dan proses pembuatannya hampir sama dengan pembuatan abon pada umunya. Abon ikan lele juga dijual dengan harga yang lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan abon yang dibuat dengan menggunakan daging sapi. Abon ikan lele juga mempunyai cita rasa yang tidak kalah dengaan abon daging. Meskipun hanya menggunakan daging ikan lele tetapi banyak kalangan masyarakat yang menyukainya sehingga peluang untuk menjalankan usaha abon ikan lele akan sangat menguntungkan untuk dijalani. Pembuatan abon ikan lele juga sangat mudah untuk dilakukan serta juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Peluang usaha abon ikan lele bisa menjadi salah satu peluang usaha yang dapat Anda jalankan. Sebelum memulai usaha abon ikan lele Anda bisa membuat abon ikan lele di rumah dahulu untuk memasatikan kualitas dari abon ikan lele yang nantinya diproduksi semakin berkualitas. Berikut ini cara yang bisa dilakukan dalam membuat abon ikan lele.

Resep Abon Daging Ikan Lele

Abon lele tokomesin

Bahan:

  • ikan lele 5kg, pilih ukuran yang agak besar agar banyak dagingnya
  • gula merah sisir 1500 gram
  • gula pasir 500 gram
  • bawang putih 120 gram
  • bawang merah 120 gram
  • lengkuas 125 gram
  • daun salam 5 lembar
  • sereh 5 batang
  • ketumbar 25 gram
  • jahe 50 gram
  • asam jawa 50 gram kemudian direbus dengan 100 cc air, kemudian saring dan ambil airnya.
  • garam secukupnya

Cara membuat abon daging ikan lele:

  • Sembelih lele kemudian bersihkan isinya, potong kepalanya, dan hilangkan kulit dan tulangnya.
  • Jika sudah kemudian kukus daging lele hingga matang
  • Haluskan daging lele hingga halus
  • Haluskan lengkuas, bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, kemudian tumislah hingga harum.
  • Jika sudah masukan bahan-bahan lainnya seperti daun salam, sereh, gula pasir, gula merah, air asam jawa dan garam
  • Masukan daging lele yang sudah dihaluskan, kemudian aduk dan tunggu hingga bumbu meresap
  • Jika sudah gorenglah adonan diatas sampai matang kecokelatan
  • Masukan kedalam alat pengepres minyak untuk meniriskan minyaknya hingga kering.

Setelah Anda dapat melihat dan mengetahui tentang cara pembuatan abon daging ikan lele yang sangat mudah untuk Anda produksi pastinya Anda ingin menjalankan usaha pembuatan abon ikan lele. Pembuatan abon ikan lele memang sangat mudah karena sama dengan pembuatan abon pada umunya. Untuk penggunaan bahan baku yang dibutuhkan juga mudah didapatkan di berbagai pasar dengan harga yang terjangkau. Semoga saja bagi Anda yang ingin menjalankan usaha abon ikan lele bisa menjalankan usahanya dengan lancar dengan menghasilkan omzet yang menjanjikan.

Analisa Usaha Abon Daging Ikan Lele

Asumsi

  • Masa penggunaan etalase selama waktu 5 tahun.
  • Masa penggunaan kompor serta tabung gas selama waktu 4.5 tahun.
  • Masa penggunaan wajan selama waktu 4 tahun.
  • Masa penggunaan wadah selama waktu 2.5 tahun.
  • Masa penggunaan piring selama waktu 3 tahun.
  • Masa penggunaan sendok selama waktu 5.5 tahun.
  • Masa penggunaan garpu selama waktu 5.5 tahun.
  • Masa penggunaan meja dan kursi selama waktu 5 tahun.
  • Masa penggunaan peralatan tambahan selama waktu 2 tahun.

Investasi

Peralatan Harga  
Etalase Rp.          1,300,000
Kompor dan gas Rp.              250,000
Wajan Rp.              100,000
Wadah Rp.              100,000
Piring Rp.              140,000
Sendok Rp.                80,000
Garpu Rp.                80,000
Pisau Rp.                50,000
Meja dan Kursi Rp.              800,000
Peralatan tambahan Rp.               50,000
Jumlah Investasi Rp.          2,950,000

 

Biaya Operasional per Bulan
Biaya Tetap Nilai
Penyusutan etalase 1/62 x Rp. 1.300.000 Rp.                21,000
Penyusutan kompor 1/52 x Rp. 300.000 Rp.                  6,000
Penyusutan wajan 1/40 x Rp. 90.000 Rp.                  2,000
Penyusutan wadah 1/47 x Rp. 100.000 Rp.                  2,000
Penyusutan piring 1/47 x Rp. 140.000 Rp.                  3,500
Penyusutan sendok 1/47 x Rp. 80.000 Rp.                  2,000
Penyusutan garpu 1/46 x Rp. 80.000 Rp.                  2,000
Penyusutan pisau 1/46 x Rp. 50.000 Rp.                  1,000
Penyusutan meja dan kursi 1/58 x Rp. 800.000 Rp.                14,000
Penyusutan alat tambahan 1/32 x Rp. 50.000 Rp.                  1,500
Total Biaya Tetap Rp.                55,000

 

Biaya Variabel
Ikan lele Rp.      50,000 x     30 = Rp.        1,500,000
Gula merah Rp.      13,000 x     30 = Rp.          390,000
Gula pasir Rp.      12,000 x     30 = Rp.          360,000
Bawang merah Rp.        8,000 x     30 = Rp.          240,000
Bawang putih Rp.        8,000 x     30 = Rp.          240,000
Lengkuas Rp.        4,000 x     30 = Rp.          120,000
Daun salam Rp.        4,000 x     30 = Rp.          120,000
Sereh Rp.        3,000 x     30 = Rp.            90,000
Ketumbar Rp.        1,000 x     30 = Rp.            30,000
Jahe Rp.        5,000 x     30 = Rp.          150,000
Asam jawa Rp.        2,000 x     30 = Rp.            60,000
Garam Rp.        1,000 x     30 = Rp.            30,000
Total Biaya Variabel Rp.        3,330,000

 

Total Biaya Operasional
Biaya tetap + biaya variabel = Rp.    3,385,000

 

Pendapatan per Bulan
Penjualan rata – rata =
    20     Bungkus x      Rp.        7,000 = Rp.      140,000
   Rp.     140,000 x      30 hr = Rp.     4,200,000

 

Keuntungan per Bulan
Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp.    4,200,000 –    3,385,000 = Rp.        815,000

 

Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan = Rp.    2,950,000 :      815,000 =    4 bln

 

Jadi, apabila Anda ingin menjalankan usaha dalam pembuatan abon yang menggunakan daging ikan lele maka keuntungan yang bisa anda dapatkan yaitu sebesar Rp. 815.000 dengan penggunaan dari modal investasi yang dijalankan bisa didapatkan kembali jika usaha pembuatan abon lele dijalankan selama 4 bulan. Dari perhitungan menunjukan setelah 4 bulan menjalankan usaha maka akan mendapatkan keuntunag bersih. Namun perlu Anda ketahui jika hitungan peluang bisnis abon ikan lele yang telah disediakan tersebut merupakan perhitungan sementara saja. Untuk perubahan hitungan bisa saja terjadi jika harga bahan baku yang digunakan tidak sesuai dengan nilai satuan yang digunakan.

mesin sealer plastikDemikian tadi adalah peluang usaha abon ikan lele yang sangat menguntungkan. Jenis olahan abon lele memang dijual dengan harga yang terjangkau sehingga semua konsumen bisa menikmatinya dengan mudah. Agar olahan abon lele tetap terjaga kualitasnya maka dibutuhkan pengemasan yang berkualitas yang bisa menjaga kualitas abon lele dalam kemasan tetap terjaga. Dalam proses pengemasan agar semakin menarik maka proses pengemasan harus dikemas dengan menggunakan mesin usaha. Jika pengemasan tidak menarik maka konsumen yang melihatnya juga tidak akan menyukainya. Proses pengemasan agar semakin rapi sebaiknya dilakukan dengan menggunakan mesin hand sealer. Mesin hand sealer adalah mesin pengemasan yang akan menjadikan kemasan semakin terlihat menarik dan produk yang ada didalamnya juga akan terjaga kualitasnya. Untuk mendapatkan mesin hand sealer yang berkualitas maka Anda bisa menggunakan mesin hand sealer yang terpercaya. Pemilihan mesin hand sealer yang tepat maka Anda bisa mendapatkannya hanya dari Toko Mesin Maksindo.

Tinggalkan Balasan
Kontak Kami

📲 [Kantor Pusat] Cakung : 081318887231 | 08123386165 | 081233144166 | 081233144177 | 081222218616 | 081311155633 | 085319342111 |
081310495079 | 081318229800

📲 Pulogadung : 081219000714 | 081219000713 | 081350455538

📲 Jagakarsa : 081293981113 | 081350455539

📲 Bekasi : 081218612009 | 081242422289 | 081218612008

📲 Bandung : 082214002302
081313091383 | 082214002303

📲 Bogor : 081294928652 | 081294928653 | 081385715719

Cabang Jawa Timur & Jawa Tengah

📲 Malang : 081216665445 | 081216665454
081333394799

📲 Surabaya : 081357999261 | 082140003355 | 081282993727

📲 Blitar : 081334300036 | 081334300038 | 081331709910

📲 Yogyakarta : 081326870111 | 085200667148 |
081282993447

📲 Semarang :  081224422653 | 082123477709 |  081224422563

📲 Solo : 081229992320 | 08122876358

Cabang Luar Pulau Jawa

📲 Palembang : 081367407078 | 081367407079 | 081281268272

📲 Medan : 081314025406 | 081314025405 | 081384196933 | 082167734018

📲 Pekanbaru : 082321950002 | 082111443284 | 081311177522

📲 Makassar (Perintis) : 082292249005 | 081354485755 | 082260000883 | 081356680616 | 081219430954

📲 Banjarmasin : 081253323982 | 082124473388

📲 Denpasar : 082236620334 | 082236620335 | 082144025417