Sampah? Mendengar namanya disebut memang tidak enak. Sampah sering kali menjadi fenomena masalah yang belum dapat diselesaikan secara efektif. Banyak cara memang telah ditempuh baik dari masyarakat maupun pemerintah. Namun tak membuat permasalahan sampah ini selesai. Memang tingkat kesadaran masyarakat masih dikatakan minim. Sehingga permasalahan sampah ini terbilang besar. Dampak dari sampah memang terbilang besar, dimana dapat mengganggu aktivitas manusia yang ada di sekitarnya. Dampak sampah sendiri memang sangat banyak diantaranya dampak sampah bagi kesehatan dan bahaya sampah plastik bagi keadaan sosial dan ekonomi. Dimana masalah sampah mengganggu kesehatan manusia dari bau yang tidak sedap dan kuman penyakit yang mengintai. Sedangkan untuk keadaan sosial dan ekonomi dari lingkungan yang kotor akan kurang menguntungkan. Bisa pula menyebabkan bencana alam menimpa mulai dari banjir, tanah longsor, kerusakan lingkungan dan lainnya.
Di beberapa daerah yang sudah banyak cara penanggulan yang dilakukan baik itu lewat TPA, dan juga pembuatan “Bank Sampah” yang dijalankan oleh masyarakat. Sampah memang masih menjadi pemicu pencemaran yang ada di lingkungan masyarakat. Di dalam proses pengolahan sampah sendiri memang tidak banyak tingkat kesadaran masyarakat yang ada. Banyak masyarakat yang kurang peduli untuk memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik dan anorganik sebetulnya harus dipisahkan karena proses pengolahannya yang berbeda.
Untuk sampah jenis anorganik biasanya berbentuk plastik, logam, besi, kaleng, karet, seng, dan bahan lainnya. Dimana bahan sampah jenis ini dapat didaur ulang untuk menjadi barang baru lagi. Sedangkan untuk jenis sampah organik merupakan sampah dari benda hidup. Contohnya seperti daun gugur, sampah dari sayuran dapur, sampah dari sisa pertanian, dan jenis sampah organik lainnya. Untuk sampah jenis organik ini juga dapat diolah menjadi barang bernilai. Salah satunya adalah pupuk kompos yang sangat bermanfaat untuk bidang pertanian. Cara membuat kompos dari sampah organik memang bisa dikatakan tidak sulit. Dimana sampah ini dibusukan dalam waktu yang lama dan hasilnya bisa menjadi pupuk. Manfaat pupuk kompos sendiri untuk tanaman diantaranya menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman, menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman, meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kapasitas serap air tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen), meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah dan lainnya.
Meskipun pupuk kompos dalam pembuatannya nampak sederhana, namun ternyata prakteknya di masyarakat tak semudah yang diucapkan. Anda sudah pernah membuat pupuk kompos? Untuk membuat pupuk kompos sendiri memang membutuhkan beberapa step atau cara. Anda penasaran ingin tahu bagaimana cara membuat pupuk kompos? Mari kita simak cara pembuatan pupuk kompos yang ada di bawah ini :
Cara Pertama Membuat Kompos Dari Sampah Organik
Inilah cara pembuatan pupuk kompos cara pertama yang bisa Anda coba:

Bahan-bahan
Dalam membuat pupuk kompos dari sampah organik caranya cukup mudah serta menggunakan alat-alat yang sederhana. Dalam pengolahan pupuk kompos kita memerlukan bahan sampah organik seperti bentuk daun gugur, rumput, sisa sayuran, atau juga sampah dari sisa pertanian. Supaya menghasilkan pupuk kompos yang bagus, sebaiknya sampah organik yang diolah berasal dari bahan berjenis dedaunan. Selain bahan dari sampah organik, untuk pembuatan kompos juga harus dicampur dengan pupuk kandang yakni kotoran kambing atau kotoran sapi. Dan juga membutuhkan larutan gula dan bakteri fermentasi yang dapat kita dapatkan dari larutan EM4, yang telah banyak tersedia di toko pertanian.
Cara pembuatan pupuk kompos
- Mulai dahulu dengan menyiapkan sampah organik yang sudah disiapkan seperti daun gugur, rumput sisa sayuran, dan sampah lainnya, dipotong hingga berbentuk kecil-kecil. Semakin kecil ukuran pemotongan akan semakin baik, lantaran berpengaruh pada cepatnya proses pembusukan.
- Selanjutnya campurkan bahan-bahan yang telah dipotong kecil dengan pupuk kandang, pupuk kandang yang mudah digunakan yakni kotoran kambing. Campurkan sampah organik dan juga kotoran kambing dengan ukuran komposisi 3:1.
- Kemudian siapkan setengah gelas larutan gula atau 100 ml (dapat dibuat dari gula pasir dan juga air biasa), menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang telah ada.
- Selanjutnya siapkan 10 ml larutan EM4
- Bahan sampah organik yang telah dicampur dengan kotoran kambing lalu disiram dengan larutan gula dan larutan EM4, lalu campurkan sampai merata hingga bahan menjadi basah ataupun lembab. Jika perlu percikkan air secukupnya agar semua bahan menjadi cukup basah.
- Untuk bahan pupuk kompos yang telah selesai dicampur, kemudian bisa dimasukan ke dalam wadah, dapat menggunakan bak penampungan, karung, ataupun menggunakan plastik besar. Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan yakni 2 – 3 bulan, karena itu untuk mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan-bahan tersebut dibolak-balik dan percikkan air secukupnya untuk menjaga supaya tetap basah.
- Agar mendapatkan hasil yang maksimal dan berkelanjutan, sebaiknya pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya dapat digunakan secara berkelanjutan dan juga sampah organik tidak perlu dibuang, karena kita telah dsapat mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos.
Cara Kedua Membuat Kompos Dari Sampah Organik
Inilah cara membuat kompos dari sampah organik, cara kedua yang bisa Anda coba:

Bahan :
- siapkan 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage).
- siapkan 6,5 m3 kulit buah kopi.
- siapkan 750 kg kotoran ternak.
- siapkan 30 kg abu dapur atau abu kayu.
Cara membuat pupuk kompos dari sampah organik :
- Terlebih dahulu buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan juga melekuk di bagian tengahnya. Lalu buatkan lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
- Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan juga kompos yang dihasilkan berair serta lunak.
- Aduk semua bahan dalam satu wadah kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan dengan ukuran setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob bisa berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan bahan abu.
- Untuk menandakan bahwa proses pengomposan berlangsung dengan baik, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik dapat meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera pula menurun lagi.
- Anda bisa menampung cairan yang keluar dari bak semen. Siramkan ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan juga mempercepat proses pengomposan.
- Pada waktu 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah selesai 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
- Selanjutnya bisa menjemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
- Jika di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke dua dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti daun lamtoro ataupun daun lainnya.

Untuk cara membuat kompos dari sampah organik lebih praktis membutuhkan mesin pendukungnya. Salah satunya adalah mesin pengolah pupuk kompos. Di dalam proses penggilingan bahan kompos sebagai bahan baku pupuk kompos, Anda perlu mengaplikasikan mesin pengolah pupuk kompos. Pilihan mesin pengolah pupuk kompos berkualitas hanya dari Toko Mesin Maksindo. Ada banyak alasan mengapa Anda harus menggunakan mesin pengolah pupuk kompos maksindo. Diantaranya mesin pengolah pupuk kompos ini dibuat dengan bahan berkualitas, garansi mesin terjamin, ribuan penggguna di Indonesia dan lainnya. Tentunya investasi mesin pengolah pupuk kompos ini tidak boleh Anda lewatkan. Anda tertarik dengan mesin pengolah pupuk kompos ini, silahkan cek detailnya lebih lengkap DISINI
Cara Ketiga Membuat Kompos Dari Sampah Organik
Inilah cara pembuatan pupuk kompos cara ketiga yang bisa Anda coba:

Bahan : rumput, daun gugur, sisa sayuran, atau juga sampah dari sisa pertanian.
Cara kerja pembuatan sampah organik menjadi kompos
- Pertama siapkan sampah organik (seperti daun gugur, sisa sayuran, rumput dan juga sampah lainnya) dipotong hingga berbentuk kecil-kecil. Cara pemotongan dapat secara manual atau menggunakan mesin pencacah sampah organik.
- Setelah itu, Anda dapat mencampurkan sampah organik yang sudah di cacah atau dipotong-potong tadi dan kotoran kambing dengan ukuran komposisi 3:1 .Dalam jumlah besar, proses pencampuran akan sangat mudah jika mengaplikasikan mixer kompos.
- Siapkan setengah gelas larutan gula ataupun 100 ml (bisa dibuat dari gula pasir dan air biasa), menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang sudah ada.
- Siapkan untuk 10 ml larutan bakteri EM4, bisa dibeli toko pertanian, jika Anda ragu takarannya bisa dilihat cara penggunaannya yang tercantum di dalam botol atau menyesuaikan banyaknya bahan yang akan dibuat.
- Bahan sampah organik yang telah dicampur dengan kotoran kambing, kemudian disiram dengan menggunakan larutan gula dan juga larutan EM4, lalu campurkan hingga merata hingga bahan menjadi basah atau lembab. Bila perlu percikkan air secukupnya supaya semua bahan menjadi cukup basah.
- Untuk bahan pupuk kompos yang sudah selesai dicampur, kemudian bisa dimasukan ke dalam wadah atau bisa menggunakan bak penampungan, karung, maupun plastik besar. Kurun waktu proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan sekitar 2 – 3 bulan, karena itu dalam mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan-bahan tersebut dibolak-balik dan juga percikkan air secukupnya untuk menjaga agar tetap basah
- Agar memperoleh hasil yang maksimal dan berkelanjutan, sebaiknya dalam pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya dapat digunakan secara berkelanjutan dan sampah organik tidak perlu dibuang, karena Anda mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos bermanfaat.
Demikian untuk informasi cara membuat kompos dari sampah organik yang mudah yang bisa Anda simak kali ini. Semoga ulasan mengenai pupuk kompos di atas dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda. Semoga bermanfaat.
