Kerupuk udang ialah kerupuk yang dibuat dari adonan tepung tapioka serta udang yang dihaluskan serta diberi beberapa bumbu rempah untuk penambahan rasa. Dalam pembuatan kerupuk udang ini biasanya udang yang dipergunakan adalah udang rebon atau udang – udang yang kecil kemudian ditumbuh sampai halus. Adonan mentah ini yang nantinya dikukus setelah matang dan memiliki tekstur yang kenyal maka iris adonan kerupuk diiris secara tipis – tipis, setelah diiris kemudian dijemur. Untuk proses pengeringan menggunakan sinar matahari ini membutuhkan waktu kira – kira 2 sampai dengan 3 hari. Kerupuk kering ini kemudian siap untuk digoreng dan bisa disimpan untuk digoreng kapan saja, kerupuk pun siap digunakan untuk teman makan nasi atau cemilan.
Bahan Baku Kerupuk Udang dan Ikan
Bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan kerupuk udang dan ikan ini ialah semua jenis ikan atau udang. Beberapa jenis ikan yang banyak digunakan untuk pembuatan kerupuk ini adalah ikan kakap, ikan belida, ikan tenggiri, ikan gabus dan jenis ikan lainnya. Agar bisa menghasilkan kerupuk yang berkualitas baik, maka dalam proses pembuatan kerupuk gunakan bahan baku udang atau ikan yang masih segar. Apabila bahan baku pembuatan kerupuk ini tidak berkualitas maka akan membuat rasa, bau dan rupa kerupuk menjadi tidak bagus.
Cara Membuat Kerupuk Ikan atau Udang
Bahan :
- 500 gram daging ikan halus
- 1 kg tepung tapioka
- 6 butir telur bebek
- 1,5 ons garam
- 0,25 ons soda
- 500 gram gula
Persiapan :
- Cuci ikan kemudian fillet ikan tersebut.
- Ambil daging ikan, kemudian giling atau haluskan daging ikan sampai benar – benar halus.
- Timbang daging ikan sampai berukuran 500 gr dan timbang bahan tambahan lainnya.
Cara Membuat Adonan :
- Campur daging halus dengan tambahan gula, garan, telur dan soda, sambil diremas – remas. Lalu masukan tepung tapioka sedikit – sedikit sambil diaduk sampai adonan menjadi merata serta tidak lengket di tangan, jika perlu beri air sedikit.
Pembungkusan :
Adonan kerupuk yang telah lumat tersebut dicetak atau dibentuk silinder dengan ukuran sesuai dengan keinginan. Lalu bungkus menggunakan daun pisang ataupun menggunakan plastik.
Pengukusan :
Dalam proses pengukusan adonan kerupuk ini membutuhkan waktu selama 1 sampai dengan 2 jam sampai adonan menjadi matang. Agar bisa mengetahui adonan kerupuk sudah matang maka bisa dilakukan dengan cara menusukan lidi pada adonan. Apabila adonan tidak lengket di lidi maka adonan tersebut telah matang.
Pemotongan :
Adonan yang telah matang tersebut, biarkan sampai dingin simpan dalam waktu 1 sampai dengan 2 hari. Lalu potong atau iris – iris sampai tipis dengan ketebalan 1 mm sampai dengan 2 mm.
Penjemuran :
Atur irisan kerupuk tadi pada rak dan jemur dibawah sinar matahari sampai kering.
Analisa Usaha Kerupuk Udang dan Ikan
| Modal awal | Nilai (Rp) |
| Peralatan pembuatan kerupukBahan – bahan pembuatan kerupuk Rp. 150.000 x 30 hari | Rp. 500.000Rp. 4.500.000 |
| Total Modal Awal | Rp. 5.000.000 |
| Pendapatan Per Bulan(20 bungkus x Rp. 10.000 x 30 hari) = Rp. 6.000.000Laba Per BulanRp. 6.000.000 – Rp. 5.000.000 = Rp. 1.000.000 |  |
Proses pembuatan kerupuk ini cukup mudah, sedangkan untuk proses pengirisan kerupuk ikan atau udang ini perlu menggunakan tenaga lebih atau pekerja. Nah, untuk memudahkan proses pengirisan kerupuk ikan dan udang ini maka saat ini telah ada mesin pemotong kerupuk lontongan. Mesin ini akan membantu proses pemotongan kerupuk menjadi lembaran yang tipis dan seragam, sehingga kualitas dari kerupuk ikan dan udang ini lebih tinggi. Proses pengirisan ini akan mempercepat pekerjaan dengan cara kerja mesin yang cepat dan mampu mengiris secara sempurna. Untuk bisa mendapatkan mesin pemotong kerupuk lontongan ini caranya dengan mengunjungi showroom Toko Mesin Maksindo yang telah ada di beberapa kota yang tersebar di Indonesia. Jadi, megiris kerupuk lontongan pun bisa dijalankan dengan mudah serta cepat. Demikianlah pembahasan tentang peluang usaha kerupuk ikan atau udang dan analisa usahanya, semoga bisa bermanfaat.

