Hati-hati penipuan mengatasnamakan Maksindo. Beli mesin Maksindo hanya di cabang resmi dan transfer ke Rekening Perusahaan Maksindo

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Untuk Kesehatan Lingkungan Anda

KategoriResep
Di lihat3258 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Detail Produk Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Untuk Kesehatan Lingkungan Anda

Seperti yang Anda ketahui, pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik seperti tanaman maupun hewan. Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau atau sering disebut dengan kompos. Anda sebelumnya harus tahu apa itu kompos, kompos ialah hasil pelapukan dari bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah-sampah organik yang sudah tak terpakai akan menjadi lebih berguna. Sampah pasar yang khusus yaitu seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.

Dalam proses pengomposan berlangsung secara aerobik yaitu melibatkan oksigen dan anaerobik atau tanpa menggunakan osigen di dalam prosesnya. Proses dekomposisi atau penguraian inilah yang menjadikannya disebut sebagai pupuk kompos. Proses pembuatan pupuk kompos sebenarnya meniru proses terbentuknya humus di alam. Tetapi dengan cara merekayasa kondisi lingkungan dan menambahkan beberapa unsur, pembuatan pupuk kompos dapat dipercepat yaitu hanya dalam jangka waktu 2 minggu sampai 1 bulan. Waktu ini melebihi kecepatan terbentuknya humus secara alami. Oleh karena itu, pupuk kompos dapat selalu dibuat dan tersedia sewaktu-waktu diperlukan tanpa harus menunggu bertahun-tahun.

Pupuk kompos yang terbuat dari bahan sampah coklat sifat fisiknya kering, kasar, berserat dan berwarna coklat. Umumnya mengandung unsur C carbon tinggi, sehingga baik diaplikasikan untuk tanaman agar cepat berbuah, yang termasuk sampah kering diantaranya adalah: daun kering, rumput kering, serbuk gergaji serutan kayu, padi yang disekam, limbah berupa kertas , kulit jagung, jerami (batang padi) , dan tangkai. Ada lagi sampah hijau. sampah hijau disini bisa terdiri dari: sayur-sayuran, buah-buahan, potongan rumput, daun segar, limbah rumah tangga, bubuk teh dan kopi, kulit telur, pupuk kandang (kotoran unggas seperti ayam, itik, sapi dan kambing). Untuk mudahnya pupuk kompos jenis ini bahan bakunya masih ada kadar airnya. Pupuk kompos dari sampah hijau kaya dengan unsur Nitrogen ( N ) yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh dan berkembang. Baik diaplikasikan pada tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan cabang dan daun.

Sudah dijelaskan diatas tadi bahwa ada dua jenis bahan baku pupuk kompos: sampah coklat dan sampah hijau. Untuk proses pembuatan dan hasil yang efektif dalam pembuatan pupuk kompos perbandingan penggunaan antara sampah coklat dengan sampah hijau =  3 banding 1.  Sebab, bila Anda menggunakan sampah coklat saja maka proses pembuatan pupuk kompos akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada saat Anda mengumpulkan sampah/limbah rumah tangga untuk bahan baku pembuatan pupuk kompos benda-benda yang perlu anda pisahkan diantaranya adalah : daging, tulang ikan, kulit udang, tulang ayam, susu, keju, dan lemak/minyak. Hal ini diperlukan yang ditakutkan adalah munculnya serangga seperti lalat yang akan menyebabkan munculnya belatung pada proses pengomposan. Kemudian kotoran anjing dan kotoran kucing. benda ini dapat membawa penyakit, serta tanaman gulma yang berhama atau terkena penyakit karena hama akan masih terkandung dalam kompos.

Fakta Tentang Pupuk Kompos

Sebetulnya Anda dapat memanfaatkan daun yang telah berjatuhan ini sebagai pupuk kompos. Pupuk kompos ini adalah pupuk yang berasal dari bahan organic atau bahan alami yang mudah terurai oleh tanah. Pupuk kompos ini bermanfaat untuk menyuburkan tanah, sehingga dengan begitu tanaman yang anda tanam di dalam tanah ini akan lebih subur. Memang banyak orang yang lebih memilih meggunakan pupuk yang terbuat dari bahan kimia dari pada membuatnya sendiri dari bahan organic.

Masalah dan Solusi dalam Pembuatan Pupuk Kompos

Ada beberapa masalah yang ditimbulkan dalam Pembuatan Pupuk Organik, yaitu diantaranya :

  • Muncul serangga dan belatung pada proses pembuatan pupuk kompos karena ada bahan-bahan seperti sampah daging, ikan, susu, lemak dan santan dalam bahan bakunya. Atau sampah tidak ditutup.
  • Muncul bau busuk (amonia) karena terlalu banyak unsur nitrogen/ jumlah sampah hijau terlalu banyak.
  • Muncul bau busuk (tengik, telur busuk) karena kurang oksigen/terlalu lembab.
  • Pupuk mengempal karena disebabkan terlalu lembab.
  • Pupuk kompos terlalu kering karena disebabkan kurang air.
  • Tidak terjadi reaksi/perubahan karena nitrogen terlalu rendah , oksigen rendah, kurang lembab.

Adapun Solusi dalam Memecahkan Masalah Saat Pembuatan Pupuk Organik, sebagai berikut :

  • Tutup kompos dengan selapis tanah atau kompos lain atau sebaiknya bahan tersebut tidak dikomposkan.
  • Menambahkan sampah coklat dan membuka karung untuk menambahkan oksigen.
  • Menambahkan sampah coklat dan membuka karung untuk menambahkan oksigen, mengaduk kompos sampai bau hilang.
  • Menambahkan sampah coklat, membuka karung untuk menambahkan oksigen dan kompos dibolak-balik sampai bau kurang sedapnya hilang.
  • Basahi dengan air dan dibolak-balik biar merata basahnya.
  • Tambahkan sampah hijau untuk meningkatkan kadar nitrogen, kompos dibalik-balik untuk menambah udara atau oksigen.

Jadi setiap adanya masalah dalam pembuatan pupuk organik pasti akan ada solusi untuk memudahkan Anda dalam proses pembuatan pupuk organik. Anda dapat mencoba membuat pupuk organik sendiri dengan mudah. Dan pembuatan pupuk organik lebih efektif daripada membakar sampah. Pemanfaatan sampah menjadi kompos akan bisa menghemat banyak sumber daya. Sumber daya yang biasanya hanya digunakan untuk membuat lingkungan terlihat bersih kini saatnya dirubah sehingga menghasilkan nilai tambah. Sampah ketika berubah menjadi kompos akan memiliki nilai tambah. Jauh lebih berharga daripada sampah berubah menjadi abu yang tidak ada nilainya. Dengan membakar sampah menjadi abu sebenarnya malah memboroskan energi. Kalau kita hitung berapa ongkos energi yang bisa dihemat.

Masyarakat yang memiliki kebiasaan sulit untuk dirubah, sampah organik yang biasanya mereka bakar atau dibuang begitu saja sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan mereka sendiri. Beragam cara yang di lakukan pemerintah sangat percuma sekali jika tidak ada kesadara dari diri kita sendiri. Sangat jauh bermanfaat jika kita membuat sampah tersebut menjadi lebih berpotensi dan bermanfaat. Yuk simak ulasan bagaimana cara membuat pupuk kompos dari bahan organik.

1. Langkah Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Padat

a. Bagi Anda Yang Mempunyai Lahan Luas :

  1. Setelah selesai digali, maka Anda bisa mulai mengisi tanah galian tersebut dengan sampah organik, mulai dari sisa makanan, buah-buahan, sayuran, dan daun-daunan. Kemudiah Anda isi lubang tadi dengan sampah organik hingga memenuhi lebih dari 2/3 ketinggian lubang.
  2. Setelah itu, Anda bisa mulai menutup lubang berisi sampah organik tadi dengan memasukkan tanah hingga lubangnya terisi penuh. Hal tersebut dilakukan untuk meredam bau menyengat yang ditimbulkan oleh sampah organik.
  3. Diamkan selama 3 bulan.
  4. Setelah 3 bulan, Anda bisa menggali kembali lubang tersebut. Hasil dari galian tadi sudah siap digunakan sebagai pupuk kompos. Sedangkan untuk lubangnya sendiri, Anda bisa menggunakannya kembali untuk membuat pupuk kompos dengan cara yang sama persis dengan langkah-langkah diatas.

Menggunakan mesin penghancur kompos Agrowindo sangat memudahkan Anda untuk mencacah bahan yang alot. Dengan cara membuat pupuk kompos dari sampah organik menggunkan mesin penghancur kompos organik memiliki pisau sistim knock down bisa dibongkar pasang. Body mesin sangat kuat dan kokoh. Dan daya cacahan bahan lebih banyak dan halus serta tidak selip. Anda pasti sudah mulai tertarik dengan mesin ini kan, silahkan KLIK DISINI untuk penjelasan lebih detail.

b. Bagi Anda Yang Mempunyai Lahan Sempit :

  1. Pertama, Anda perlu untuk menyiapkan wadah yang berukuran besar, misalnya drum yang sudah tidak terpakai. Jika tidak punya, maka Anda bisa menggunakan benda apapun yang bisa menjadi wadah dan berukuran besar, seperti misalnya temapt sampah berukuran besar atau ember yang berukuran jumbo.
  2. Setelah itu, jangan lupa untuk memberikan lubang pada bagian dasar wadah yang Anda gunakan. Hal tersebut akan sangat bermanfaat untuk mengeluarkan air yang biasanya dihasilkan oleh sampah organik basah.
  3. Jika sudah, maka segera tanam wadah yang Anda gunakan tersebut ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 10 cm dari permukaan tanah.
  4. Jika sudah, maka Anda sudah bisa mulai untuk mengumpulkan sampah-sampah organik dan memasukkannya ke dalam wadah tersebut secara rutin dan berkala. Selain dengan menggunakan sampah, maka tambahkan juga tanah atau kapur sedikit demi sedikit.Akan lebih bagus jika Anda menambahkannya dengan kotoran hewan.
  5. Setelah wadah terisi penuh, maka segera tutup galian dengan menggunakan tanah. Diamkan selama 3 bulan.
  6. Nah, setelah 3 bulan, Anda dapat membuka galian tersebut. Keluarkan isi wadah tersebut dan biarkan terpapar udara luar selama 2 minggu. Setelah itu, pupuk kompos sudah siap digunakan.
  7. Wadah yang sudah kosong bisa Anda gunakan untuk membuat pupuk kompos lagi dengan cara yang sama persis dengan langkah-langkah diatas.

c. Bagi Anda Yang Tidak Mempunyai Lahan :

  1. Pertama, Anda perlu untuk menyiapkan wadah yang dapat digunakan untuk mengumpulkan sampah organik, semisal pot, kaleng bekas cat, atau wadah lainnya yang Anda miliki.
  1. Setelah itu, jangan lupa untuk melubangi bagian dasar wadah yang akan Anda gunakan sehingga nantinya air yang berasal dari sampah organik basah dapat keluar secara maksimal.
  2. Jika sudah, maka Anda sudah bisa memulai untuk memasukkan sampah-sampah organik ke dalam wadah tersebut secara berkala hingga wadah terisi penuh.
  3. Sambil Anda memasukkan sampah-sampah organik, tambahkan juga tanah ataupun kapur sedikit demi sedikit secara berkala. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, maka kotorannya dapat dimasukkan ke dalam wadah karena akan meningkatkan kualitas kompos.
  4. Setelah wadah terisi penuh, maka Anda bisa menutupnya dengan tumpukan tanah. Setelah itu, diamkan selama 2 bulan.
  5. Jika pupuk kompos telah melewati masa 2 bulan maka sudah siap digunakan sebagai media tanam. Wadah yang sudah kosong dapat Anda gunakan kembali untuk membuat kompos dengan cara yang sama persis dengan langkah diatas.

2. Langkah Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Cair

  1. Pertama, Anda perlu mempersiapkan sampah-sampah organik. Kemudian jika Anda telah menyiapkannya, Anda dapat mencincang sisa-sisa sayuran dan sebagainya hingga halus.
  2. Nah, jika sudah, kemudian Anda juga perlu mepersiapkan wadah untuk menampung sampah organik yang sudah Anda cincang tersebut, bisa dengan ember bekas cat, atau drum yang sudah tak terpakai. Selain itu, siapkan juga kantong plastik yang sudah diberi lubang kecil untuk proses sirkulasi air.
  3. Untuk mempermudah proses pelarutan sampah organik, Anda bisa membeli inokulan mikroorganisme, yaitu EM4. Bila Anda tidak mau repot untuk menambahkan EM4 ini di toko-toko pertanian dengan mudah. Jangan lupa juga siapkan air gula untuk mengaktifkan EM4 tersebut.
  4. Jangan lupa juga untuk menyiapkan air. Disarankan untuk menggunakan sumber air  sumur dan jangan gunakan air PAM karena air PAM biasanya mengandung kaporit.
  5. Masukanlah kantong plastik ke dalam wadah yang sudah Anda siapkan. Jadi Anda sudah dapat memasukan cincangan sampah organik, air gula, dan EM4 ke dalam kantong plastik yang sudah ditempatkan di dalam wadah.
  6. Setelah semuanya mulai dari sampah organik, air gula, dan EM4 dimasukkan ke kantong plastik, maka Anda dapat menambahkan air sumur ke dalam kantong plastik tersebut. Jika sudah, ikat rapat kantong plastik dan tutup wadah dengan rapat. Diamkan selama 3 minggu.
  7. Setelah 3 minggu, buka wadah dan Anda bisa memeriksa hasilnya. Jika sampah tadi sudah mulai menyusut jumlahnya dan sudah tidak memunculkan bau, maka segera angkat kantong plastik dan tiriskan. Sampah yang tersisa di dalam plastik dapat digunakan sebagai pupuk kompos padat, sedangkan air yang terdapat dalam wadah dapat digunakan sebagai pupuk kompos organik cair.

Nah,, Anda sudah tahu segala cara membuat pupuk kompos dari sampah organik secara sederhana dengan memanfaatkan sampah organik yang terdapat di rumah Anda. Pastinya sangat mudah kan caranya? Segeralah membuat pupuk kompos dari sampah organik untuk menyehatkan kesayangan Anda. Semoga bermanfaat untuk Anda !!!

Produk lain Resep

Toko Mesin Maksindo

Toko mesin Maksindo memproduksi dan jual aneka mesin untuk usaha dan bisnis sejak 2004. Toko mesin Maksindo sudah ada di berbagai kota di Indonesia. Anda bisa mendapatkan aneka mesin kami di semua cabang yang sudah ada.