toko mesin maksindo, mesin pertanian, jual mesin

   

Kue Pastel, Beromzet 25 Juta

 menggunakan mesin untuk membua pastel

 Siti Aminah

Beralamat di Bale Kambang, Jakarta
Timur, Siti Aminah memproduksi kue
B dengan skala kecil bersama sang ibu,
Sutrinah. Usaha kue pastel ini sudah berjalan hingga
13 tahun. Wilayah jangkauannya pun tidak begitu
jauh karena ia masih berpusat untuk menerima
pesanan saja. Biasanya, Siti dan ibu menerima
pesanan kue pastel untuk acara keagamaan hingga
sekolah yang berada tak jauh dari rumahnya di Gang
Kapuk, Condet.


Karena belum memiliki karyawan dan
kesibukannya sebagai bidan di Rumah Sakit Zahira
Jagakarsa, Jakarta Selatan ini membuat satu
keluarganya ikut turun tangan, “Siapa saja yang bisa
membantu, ya harus membantu,” candanya ketika
dihubungi oleh Tim Redaksi Maksindo.
Siti mengaku bahwa dulu ia belum
menggunakan tenaga mesin untuk meringankan
usahanya. Namun, berawal dari keisengannya
mencari mesin di internet, akhirnya Siti merasa
terbantu setelah membeli mesin untuk membantu
usahanya ini.


Kini dalam satu hari, ia sudah bisa mengolah
adonan hingga 10 kilo dibantu dengan Mesin Cetak
mie tipe MJ 180
yang ia beli di Toko Mesin Cabang
Lenteng Agung pada Juli 2013. Sepuluh kilogram
bahan tersebut dalam satu harinya bisa
menghasilkan hingga 500 buah pastel.
“Jika dibandingkan sekarang dengan yang
dulu ya tentu sekarang prosesnya lebih cepat. Meski
dulu bisa produksi sampai 10 kg, tapi berasa pegal
dan lama sekali. Sangat membantu usaha saya
makanya saya berencana membeli lagi,” ungkap
wanita kelahiran 38 tahun silam ini.


Meski dulu sempat mengalami kendala dari
hal pemasaran, Siti mengaku saat ini sudah tidak
mengalaminya lagi. Apalagi sudah banyak yang
mengenal kue buatannya dan mengaku bahwa
mereka suka karena kulit yang lebih garing, renyah,
dan enak. Meskipun banyak disukai, kue pastel yang
sampai saat ini belum diberi brand tidak tahan lama.
Hanya dalam kurun waktu satu hari kuenya berasa
bau. Hal tersebut membuktikan bahwa kuenya
memang dibuat tanpa bahan pengawet.
Pastel berisi kentang, wortel, telur, dan irisan
daging ini ia patok Rp 2 ribu per buah dan
didistribusikan baru di wilayah Jakarta Timur dan
Jakarta Selatan. Meski usahanya baru sebatas kue
ringan, dalam satu bulannya Siti dan keluarga
mampu mendapatkan omzet hingga Rp 25 juta.
“Rencana ke depannya ingin punya toko dan
menambah jenis kue lainnya biar bisa
mempekerjakan orang,” tandasnya. (Herti Annisa)
Konsumen

Sumber : Majalah Grow Profit edisi Februari 2014

membuat pastel dengan mesin maksindo

certified ISO untuk Maksindo
 toko mesin pertanian di malang
 

 Kunjungi 14 Showroom Kami di 13 Kota Terdekat Anda...

toko mesin palembang 

 
majalah mesin bisnis
 
majalah grow profit
 

 Other Social Media

Twitter
Youtube
Blog
Google+