toko mesin maksindo, mesin pertanian, jual mesin

   
 Haris Ma’Mun Manfaluthi (Bakso Pele—Pentol Lele, Ngawi, Jawa Timur)

Nikmatnya Bakso Pentol Lele

cetak bakso maksindo

 

Makan bakso terbuat dari daging sapi? Itu biasa! Mau cicipin bakso dari daging lele? Yuk intip usaha bakso lele yang sukses dirintis oleh Haris Ma’Mun Manfaluthi. Jika kebanyakan orang biasanya membuat bakso dari daging sapi, tetapi Haris justru ingin mencoba membuat bakso dengan bahan baku yang beda. Pria asal Semarangyang beralamat di Sekalaras, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur ini mencoba memproduksi bakso dengan bahan baku dari ikan lele. Usaha uniknya ini baru ia tekuni Desember 2013 lalu—setelah sebelumnya ia hanya berjualan minuman sejak 12 tahun silam.

Diakui oleh Haris bahwa awal mulanya ia hanya iseng-iseng mencari produk yang berbeda, lalu tercetuslah ide menggunakan daging ikan lele sebagai bahan baku membuat bakso. Kemudian ia menambahkan, merek usaha bakso lelenya itu menurut diberi nama “Bakso Pele”, lantaran ia suka pada pemain bola legendaris asal Brazilbernama “Pele”. Adapun maksud nama “Pele” di sini adalah bakso pentol lele—bakso yang diolah Haris dengan bahan daging ikan lele. Alasan Haris menggunakan daging ikan lele karena diakuinya harga ikan lele tidak terlalu mahal dan mudah didapat.

Meskipun terbilang baru, ternyata dari usaha baksonya ini ia sudah mampu mempekerjakanempat orang pegawai. Dalam sehari ia mampu memproduksi 10 kilogram daging lele. Semua bahan baku yang digunakan ia campur dan diolah dengan menggunakan Mesin Cetak Bakso SXW280Byang memiliki kapasitas 230 butir/menit. Mesin ini ia beli dari toko mesin Maksindo cabang Semarang. “Mesin yang saya gunakan ini sangat membantu usaha saya. Waktu pengerjaannya juga cepat. Bahan baku 10 kilo nggak sampai satu jam dan cara teknisi menjelaskan penggunaan mesinnya juga baik, jadi saya mudah mengerti,” ujarnya.

Dalam setiap harinya, Bakso Pele Haris dijualkelima Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan yang berada di Kabupaten Ngawi. Karena ditargetkan untuk kalangan pelajar, Haris tidak mematok harga tinggi. Satu porsi bakso Pele ia hargai Rp 3 ribu. Karena tak bisa mematok harga tinggi, Haris juga berjualan sari kacang hijau untuk menambah penghasilannya. “Satu cup sari kacang hijau sayajual cuma Rp 2 ribu saja,” ujar Haris yang mengaku melabeli sari kacang hijaunya dengan “Kangjo”.

Kini usaha pria kelahiran Ngawi, 15 Juni 1972 ini bisa dibilang cukup sukses, terbukti dengan penjualan hingga 700 mangkuk Bakso Pele dan 500 cup Kangjo per harinya. Dengan modal Rp 300ribu yang ia keluarkan diawal usaha, kini Haris mampu mendapat penghasilan kotor puluhan juta dalam satu bulannya. “Saya harap usaha saya bisa lebih berkembang dan Maksindo bisa menyediakan mesin yang murah bagi pengusaha kecil seperti saya,” tutupnya sebelum mengakhiri wawancara.

(Herti Annisa)

Ingin sukses bisnis bakso, pakai mesin cetak bakso Maksindo. Klik Disini
mesin cetak bakso maksindo

certified ISO untuk Maksindo
 toko mesin pertanian di malang
 

 Kunjungi 14 Showroom Kami di 13 Kota Terdekat Anda...

toko mesin palembang 

 
majalah mesin bisnis
 
majalah grow profit
 

 Other Social Media

Twitter
Youtube
Blog
Google+